In mada mada dane
Friday, January 22, 2010
Saya nulis tulisan ini terilhami dari film dan anime Death Note. Pasti pada bilang aneh deh, kok bisa terinspirasi dari film, anime pula . Yah, setidaknya saya dapet sesuatu dari apa yang saya lihat dan saya dengar, kan? Buktinya saya bisa ngelanjutin nulis di blog hehe ..
Sekilas Tentang Death Note
(n.b: sebelumnya mau ngasih tau, saya ngulas dari apa yang saya dapat di film. Jadi nggak ada hubungannya sama dunia nyata..okey??)
Death Note atau kalo bahasa indonesianya catatan kematian adalah sebuah catatan yang dimiliki oleh dewa kematian (shinigami). Dalam buku ini ada beberapa peraturan bagaimana cara menggunakannya dan peraturan lainnya. Bukunya itu warna hitam dan ada tulisan Death Note di dalamnya. Setiap yang menyentuh buku ini akan dapat melihat shinigami. Siapapu yang menemukan buku ini pertama kali, dia akan jadi pemiliknya, namun kepemilikan ini bisa dipindahtangankan, dengan catatan pemilik sebelumnya akan dihapus semua memorinya yang berhubungan dengan death note ini.
Bagaimana cara menggunakan Death Note?
Maaf nih ngasihnya bahasa inggris, soalnya dari bukunya kayak gitu. Kalo diartiin takutnya beda, kan jadi nggak seru http://www.smileycodes.info. Jumlah peraturannya ada 113. Kayak gini nih peraturannya kalo dari daleman bukunya (ini baru sebagian):
* The human whose name is written in this note will die
* The note will not take effect unless the writer has the persons face in their mind when writing his/her name. Therefore people sharing the same name will not be effected
* If the cause of death is written within 40 seconds of writing the persons name it will happen
* If the cause of death is not specified the person will simply die of a heart attack
* After Writing the cause of death, details of the death should be written n the next six minutes and 40 seconds
* This note shall become property of the human world once it touches the ground of(arrives in) the human world
* The owner of the note can recognize the image and voice of original owner, I.E. a god of death
* The human who uses this note can neither go to Heaven or Hell
* If the time of death it written within 40 seconds of writing the cause of death as a heart attack the time of death can be manipulated and the time can go into effect within 40 seconds after writing the name
* The human who touches the Death Note can recognize the image and voice of its original owner a god of death even if the human is not the owner of the note
* The person in possession of the Death Note is possessed by the god of death, its original owner, until they die
* If a human uses the note, a god of death usually appears in front of him/her within 39 days after he/she uses the note
* Gods of death the original owners of the Death Note do not do in principle anything which will help or prevent the deaths in the note
* A god of death has no obligation to completely explain how to use the note or the rules which will apply to the human who uses it
* A god of death will extend his life by putting human names on the note but humans cannot
* A person can shorten his or her own life by using the note
* The human who becomes the owner of the Death Note can in exchange of half of his/her remaining life get the eyeballs of the god of death which will enable him/her to see a humans name and remaining lifetime when looking through them
* A god of death cannot be killed even if stabbed in his heart or shot in the head with a gun. However there are ways to kill a god of death which are generally not known to the gods of death
* The conditions for death will be realized unless it is physically possible for that human or it is reasonably assumed to be carried out by that Human
* The specific scope of the condition for death is not known to the gods of death either. So you must examine and find out.
Lengkapnya adaa masuk ke sini aja The Rules of The Death Note
Banyak juga ya ternyata...saya aja sampe nggak ngerti http://www.smileycodes.info. Tetapi saya tertarik banget sama point ke 8 dan 17. Itu mengenai pemilik Death Note nggak bisa ke surga maupun ke neraka, jadi kira2 dia kemana ya perginya habis meninggal? Jadi hantu penasarankah? http://www.smileycodes.info Terus mengenai pemilik Death Note dapat mendapatkan bola mata shinigami dengan menukar separuh lifespan/ time remaining (maksudnya masa hidupnya), yg mana mata shinigami ini bisa dipake untuk ngeliat nama dan lifespan si objek. Lha, terus namanya buat apa? ya buat ditulis di Death Note lah yaa... widiw, asik bener bisa tau masa hidupnya orang... Btw, nggak usah dipikirin terlalu jauh, namanya juga fiksi coyy.. Tapi kalo dieksplor kok asik juga ya haha. Korban cerita fiksi nih.http://www.smileycodes.info
Minggu, 10 Oktober 2010
Senin, 31 Mei 2010
thretans
Rabu, 28 Oktober 2009
Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi ditulis dengan tujuan untuk menerangkan suatu topik kepada pembaca. Untuk memahaminya, pembaca perlu proses berpikir dan melibakan pengetahuan. Apa ciri-ciri yang menonjol dari sebuah paragraf eksposisi?
Paragraf eksposisi umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
Ada beberapa jenis paragraf eksposisi:
1. Eksposisi berita, berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar.
2. Eksposisi ilustrasi, pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti ilustrasi berikut ini, dapat diilustrasikan seperti, seperti, bagaikan.”
3. Eksposisi proses, sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.
4. Eksposisi perbandingan, dalam hal ini penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.
5. Eksposisi pertentangan, berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. frase penghubung yang biasa digunakan adalah “akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.”
6. Eksposisi definisi, batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu.
7. Eksposisi analisis, proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.
8. Eksposisi klasifikasi, membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori
Contoh-contoh paragraf ekspositif:
1. eksposisi berita
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.
2. Eksposisi ilustrasi
Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan–bahan bakarnya-yakni makanan yang ditelan– menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang Anda makan akan dibakar dalam tubuh sebagaimana bensin dibakar dalam silinder mesin mobil. Sebagian dari energi kimiawi yang disediakan oleh nasi itu diubah menjadi energi panas yang membuat tubuh tetap hangat. Sebagian lagi berubah menjadi energi mekanis yang memungkinkan otot-otot dapat memompa darah dalam tubuh atau menggerakkan dada pada waktu bernapas.
3. Eksposisi Proses
Energen, nutrisi empat sehat lima sempurna dapat disajikan dengan mudah. Tuangkan energen ke dalam gelas. Tambahkan 150 ml air hangat dan aduk hingga merata. Energen hangat siap dihidangkan.
4. Eksposisi perbandingan
Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya. Yang banyak adalah penggemarnya. Berbeda dengan olah raga jalan kaki. Peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Tidak ada orang yang menonton orang lain berjalan kaki.
5. Eksposisi pertentangan
Orang yang gemar bersepeda umumnya orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.
6. Eksposisi definisi
Metonimi merupakan jenis gaya kias yang menggunakan kata-kata untuk pengertian yang lebih luas aau yang lebih sempit dari artinya yang lazim. Kata-kata dengan makna luas atau menyempit digunakan untuk menamai hal-hal atau sesuatu yang dimaksudkan.
7. Eksposisi analisis
Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn pernah berhubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut. …
8. Eksposisi klasifikasi
Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya sastra pada kritikusnya.
Paragraf eksposisi umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana.
Ada beberapa jenis paragraf eksposisi:
1. Eksposisi berita, berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar.
2. Eksposisi ilustrasi, pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti ilustrasi berikut ini, dapat diilustrasikan seperti, seperti, bagaikan.”
3. Eksposisi proses, sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.
4. Eksposisi perbandingan, dalam hal ini penulis mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.
5. Eksposisi pertentangan, berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. frase penghubung yang biasa digunakan adalah “akan tetapi, meskipun begitu, sebaliknya.”
6. Eksposisi definisi, batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu.
7. Eksposisi analisis, proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.
8. Eksposisi klasifikasi, membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori
Contoh-contoh paragraf ekspositif:
1. eksposisi berita
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.
2. Eksposisi ilustrasi
Dalam tubuh manusia terdapat aktivitas seperti pada mesin mobil. Tubuh manusia dapat mengubah energi kimiawi yang terkandung dalam bahan–bahan bakarnya-yakni makanan yang ditelan– menjadi energi panas dan energi mekanis. Nasi yang Anda makan akan dibakar dalam tubuh sebagaimana bensin dibakar dalam silinder mesin mobil. Sebagian dari energi kimiawi yang disediakan oleh nasi itu diubah menjadi energi panas yang membuat tubuh tetap hangat. Sebagian lagi berubah menjadi energi mekanis yang memungkinkan otot-otot dapat memompa darah dalam tubuh atau menggerakkan dada pada waktu bernapas.
3. Eksposisi Proses
Energen, nutrisi empat sehat lima sempurna dapat disajikan dengan mudah. Tuangkan energen ke dalam gelas. Tambahkan 150 ml air hangat dan aduk hingga merata. Energen hangat siap dihidangkan.
4. Eksposisi perbandingan
Tinju bukanlah jenis olah raga yang banyak peminatnya. Yang banyak adalah penggemarnya. Berbeda dengan olah raga jalan kaki. Peminatnya banyak, penggemarnya sedikit. Tidak ada orang yang menonton orang lain berjalan kaki.
5. Eksposisi pertentangan
Orang yang gemar bersepeda umumnya orang yang suka pada alam. Sebaliknya, orang yang tak pernah bersepeda kebanyakan orang kota yang ke mana-mana terbiasa naik mobil nyaman. Mereka akan menggerutu jika menemui jalan sempit di desa-desa.
6. Eksposisi definisi
Metonimi merupakan jenis gaya kias yang menggunakan kata-kata untuk pengertian yang lebih luas aau yang lebih sempit dari artinya yang lazim. Kata-kata dengan makna luas atau menyempit digunakan untuk menamai hal-hal atau sesuatu yang dimaksudkan.
7. Eksposisi analisis
Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn pernah berhubungan dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat merusak nama baik tokoh penting AS tersebut. …
8. Eksposisi klasifikasi
Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan fakta-fakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya sastra pada kritikusnya.
Langganan:
Komentar (Atom)

